Adhyaksa Siapkan Pendamping, Kalau Gagal Dukungan Ogah Dikasih Ahok

Radarpolitik.com, Jakarta – Adhyaksa Dault memastikan akan ikut Pilkada DKI Jakarta 2017 sebagai calon gubernur melalui jalur independen. Menurutnya, langkah itu diputuskannya setelah mendapatkan tokoh yang bersedia menjadi bakal calon gubernur pendamping Adhyaksa.

Meski demikian, Adhyaksa enggan mengumumkan siapa bakal calon pendampingnya dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 nanti. “Nanti ajalah, yang jelas, saya maju melalui (jalur) independen sekarang dan sedang mengumpulkan KTP,” kata Adhyaksa di Masjid Lautze, Jakarta, seperti dikutip Halloapakabar.com, Jumat (20/5).

Sebab, kata dia, calon pendampingnya itu belum ingin dipublikasikan. “Ada waktunya nanti (dipublikasikan),” kata Adhyaksa. Bahkan Adhyaksa bersama pendampingnya akan mengejar pengumpulan sebanyak 700.000 data kartu tanda penduduk (KTP) hingga akhir Juli.

Jika hal itu tidak tercapai, ia akan mengalah dan memberikan jalan kepada calon lain. “Yang jelas tidak kepada Ahok karena visi misi saya berbeda,” kata Adhyaksa.

Adhyaksa juga mengaku telah mengumpulkan dukungan KTP dan sekarang sudah mencapai 120 ribu KTP. Meski demikian, Adhyaksa menyatakan, akan melihat peluangnya dalam Pilkada DKI 2017 ini. Kalau saja sampai batas waktu awal Juli 2016 mendatang KTP yang terkumpul belum mencapai target, dirinya menyatakan akan memberikan suaranya kepada bakal calon gubernur DKI yang lainnya.

Namun, Adhyaksa mengecualikannya untuk petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. “Kalau tidak sampai target ya sudah, kita berikan suara kita kepada yang elektabilitasnya tinggi, yang jelas tidak kepada Pak Ahok, jelas tidak,” kata Adhyaksa.

Alasannya, Adhyaksa mengaku punya visi yang berbeda dengan Ahok. Adhyaksa melihat, cara Ahok membangun Jakarta cenderung berpihak kepada pemilik modal. “Pembangunan di Jakarta diarahkan kepada kapitalisme sekuler, kalau saya mau nasionalis relijius,” ujar Adhyaksa.

“Kapitalisme itu lebih mengutamakan kepentingan para pemegang dana, pengembang dan sebagainya. Kalau nasionalis relijius dengan tag line teguh beriman, Jakarta dibangun berdasarkan teguh beriman tadi,” ujar Adhyaksa lagi.

Kepada siapa kelak suaranya akan diberikan bila pengumpulan KTP tak mencapai target, Adhyaksa belum mau menyebutkannya. Namun, ia berencana memberikan suaranya kepada satu orang calon saja. “Siapa saja tapi satu saja. Jadi saya mengharapkan nanti (pilkada) satu lawan satu. Karena saya dengan incumbent beda visi dan misi,” tandasnya. (drw/rdp)