Antisipasi Pengamanan Libur Panjang, Polisi Gelar Apel Bersama

Radarpolitik.com, Jakarta – Jelang libur panjang 5-7 Mei 2016, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas), Brigjen Agung Budi Maryoto mengimbau anggotanya lebih waspada. Apalagi ada informasi intelijen mengenai kemungkinan adanya aksi teroris.

Apel pengamanan libur panjang ini dilakukan di Korlantas Polri, Jalan MT Haryono yang dipimpin langsung oleh Kakorlantas, Agung Budi Maryoto. Apel juga diikuti Direktur Lalu Lintas Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Eddy G, Direktur Operasi Jasamarga Christantio Priambodo dan Direktur Operasional Jasaraharja, Budi Raharjo.

“Saya ingin mengingatkan berdasarkan data intelijen tentang teroris masih ada, untuk itu saya harap laksanakan pengaman keamanan dengan penuh kewaspadaan dan tidak boleh sendiri. Minimal dalam 1 titik ada 2 orang (petugas). Saling mengawawsi dalam pelayanan,” kata Agung yang menjadi Inspektur dalam apel pengamanan libur panjang yang digelar di Korlantas Polri, Jl MT Haryono, Jakarta, Rabu (4/5), seperti dikutip Halloapakabar.com.

Selepas apel, Agung menginstruksikan anggotanya untuk mulai bergerak melakukan pengamanan lalu lintas. Petugas disebar di setiap jalan tol dari Merak, mereka juga ‘dititipi’ pesan agar tetap melaksanakan tugas sesuai SOP yang berlaku.

“Gunakan sarana prasarana apakah untuk menertibkan atau untuk mengatur, pakai rompi dan lampu penerangan. Kasih perlindungan untuk pengguna jalan dan situasi arus lalin di tempat saudara bertugas. Sehingga masyarakat betul-betul aman dan nyaman sampai tujuan. Karena libur ini cukup panjang, ini sebagai latihan lebaran nanti. Akan kita evaluasi hasil pengamanan ini sebagai masukan untuk lebaran 2016 nanti,” tegasnya.

Sementara itu, Kepolisian Daerah Metro Jaya juga sudah siap mengamankan libur panjang akhir pekan ini. Apel pengamanan yang digelar di lapangan Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat dipimpin langsung Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigadir Jenderal Nandang Jumantara.

Dalam amanatnya, Nandang Jumantara mengatakan, polisi telah menyiapkan personel dan peralatan untuk menghadapi libur panjang mulai 4-8 Mei 2016. Selain itu akan ada 6.295 personil gabungan dari jajaran Polda Metro Jaya, Markas Besar Polri, Jasa Marga, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Dinas Perhubungan, yang diturunkan untuk mengamankan sejumlah lokasi. “Itu sudah rapat koordinasi di mana saja penempatan kami atur. Sehingga tidak terjadi penumpukan personil juga dan di titik-titik rawan,” kata Nandang di Markas Polda, Rabu (4/5).

Nandang menyebutkan, ada beberapa sasaran yang menjadi objek pengamanan. Pertama, jalur-jalur yang akan dipakai mudik maupun wisata oleh masyarakat, seperti tol Karang Tengah, tol dalam kota, tol Jagorawi, tol JORR, dan tol Jakarta-Cikampek.

Untuk mengatasi kemacetan di jalan tol, petugas akan membantu transaksi jemput kendaraan pada tiap gerbang tol. Petugas juga akan memberlakukan contra flow dan buka-tutup exit tol, serta pengalihan arus kendaraan dari jalan tol ke ruas jalan arteri. Selain itu, petugas juga akan melakukan buka tutup rest area. “Supaya tidak terjadi penumpukan yang memacetkan bahu jalan atau jalan tol tersebut,” ujar Nandang.

Kedua, pengamanan di tempat ibadah seperti masjid dan gereja, karena bertepatan dengan perayaan kenaikan Isa Almasih dan Isra Miraj. Petugas yang diturunkan untuk mengamankan Gereja Katedral ada 276 personil, sementara Gereja Imanuel Jakarta Pusat sebanyak 276 personil. Untuk di Masjid Istiqlal, ada sebanyak 450 personil yang diturunkan. Selain tiga tempat tersebut, Nandang mengungkapkan, jajaran kepolisian resort wilayah sudah memetakan gereja dan masjid yang merayakan.

Berikutnya, pengamanan di tiga tempat rekreasi utama. Taman Impian Jaya Ancol akan dijaga oleh 239 personil kepolisian. Sementara 258 personil akan mengamankan Kebun Raya Ragunan, dan 249 personil di Taman Mini Indonesia Indah.

Nandang mengimbau bagi masyarakat yang hendak pergi agar memastikan pintu dan jendela rumah terkunci dengan benar. Begitu juga dengan listrik dan alat-alat masak. “Sehingga meninggalkan rumah dalam keadaan aman, terkunci. Polres, polsek juga harus melaksanakan patroli, sehingga masyarakat yang pergi wisata bisa dengan tenang meninggalkan rumah,” ungkapnya. (and/rdp)