Ditolak Warga, Ahok Ajari Warga Jakarta Untuk Beradab

Ditolak Warga, Ahok Ajari Warga Jakarta Untuk Beradab.

Radarpolitik.com, Jakarta – Ahok semakin hari semakin berang, atas ulah warganya yaag sering menolak kehadiran dirinya saat berkunjung ke berbagai pelosok Jakarta. Saking berangnya Ahok bagaikan guru memberi tahu warga DKI Jakarta, bahwa ada cara beradab menolak dirinya. Menurut Ahok warga yang tidak menyukai atas kepmemimpinnya lebih baik memilih calon gubernur lain di Pilkada Jakarta 2017 mendatang.

Ahok menanggapi itu, karena ada aksi warga yang menolak kehadirannya dalam acara peresmian ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) di Rumah Susun Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, kemarin. Sebelumnya, Ahok dilaporkan ditolak warga saat akan menghadiri peresmian RPTRA.

Seremonial peresmian RPTRA di Cipinang Besar Selatan seharusnya dimulai pukul 07.30 WIB. Ahok terlambat 1 jam datang ke RPTRA yang dibangun anak perusahaan Agung Podomoro Land itu. “Mana itu yang berkerudung putih dan berserban? Ingat ya, saya bukan Ahok, saya Gubernur,” kata Ahok di Rumah Susun Cipinang Besar Selatan, seperti dikutip Halloapakabar.com.

Warga menolak Ahok karena menganggap alumnus Universitas Trisakti itu arogan dan kerap menggusur permukiman. Informasi yang beredar di lokasi, warga yang menolak kehadiran Ahok di RPTRA Cipinang Besar Selatan menggunakan kerudung putih dan sorban.

Dalam sambutannya, Ahok meminta warga tidak berlaku demikian, karena ia hanya menjalankan tugas sebagai gubernur. Menurut Ahok, ada cara lebih beradab bila warga tidak menyukainya. “Ada cara yang lebih beradab menolak saya, dengan cara jangan pilih saya nanti (Pilkada DKI 2017). Bawa calon masing-masing pada 15 Februari,” tegas Ahok.

Ahok tidak takut dengan penolakan warga demi menegakkan konstitusi. Kalau ada ancaman, Ahok mengaku ia punya hak meminta pengamanan.

“Saya punya hak meminta supaya acara berjalan dengan aman. Kalau enggak mau, ya sudah, saya mau pinjam pistol ajudan saya saja. Saya juga masih sanggup bela diri,” kata Ahok tertawa.

Di lain sisi, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat pun meminta warga Jakarta menghormati Ahok, sebab gubernur merupakan simbol negara yang tidak sepatutnya ditolak saat mengunjungi warga.

Djarot mengimbau warga yang menolak Ahok tidak mengedepankan emosi. “Saya minta pengertian seluruh warga. Dia (Ahok) juga warga negara, dia simbol, dia gubernur. Ketika dia menyandang gubernur, bukan sebagai pribadi, harus dihormati. Etikanya seperti itu. Warga boleh saja tidak memilih Ahok pada pilkada mendatang. Namun, warga harus belajar memaknai demokrasi dengan baik. Tapi, tidak boleh ada penolakan,” ujar Djarot. (yan/rdp)