Dukung Kebijakan Maritim, Kapal Survei Canggih Disambut Kolinlamil

Radarpolitik.com, Jakarta – Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) menggelar upacara penyambutan kapal perang jenis kapal bantu terbaru milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), yakni KRI Spica dengan nomor lambung 934, yang berlangsung di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (21/12).

Sepert dikutip Halloapakabar.com, upacara penyambutan dengan Inspektur Upacara Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.AP. dan komandan upacara Kolonel Laut (P) Dwi Yantarto yang sehari-hari menjabat Komandan Satuan Survei  Dinas Hidro-Oseanografi ini digelar khusus untuk menyambut kapal jenis bantu yang memiliki kemampuan survei dan pengoperasiannya berada dibawah kendali Dinas Hidro-Oceanografi. Turut mendampingi Kasal dalam penyambutan tersebut Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos.

KRI Spica 934 yang memiliki panjang 60,1 meter dengan lebar 11,5 meter serta draft kapal 3,5 meter dengan kecepatan maksimal 14 knot ini merupakan realisasi pemenuhan alutsista TNI Angkatan Laut dalam memperkuat kemampuan Lembaga Hidrografi Militer bidang hidrografi dalam menyiapkan dan menyediakan data dan informasi Hidro-Oseanografi berupa peta laut (peta kertas maupun peta navigasi elektronik), dan buku-buku nautika untuk kepentingan keselamatan navigasi pelayaran di seluruh wilayah perairan yurisdiksi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan kapal ini juga dapat menjalankan peran sebagai kapal patroli. Dibekali persenjataan kanon PSURheinmetall kaliber 20 mm pada haluan, serta dua pucuk SMB (senapan mesin berat) M2HB kaliber 12,7 mm di geladak buritan.

Dalam sambutannya, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.AP. mengatakan bahwa KRI Spica 934 merupakan kapal Multi Purpose Research Vessel kedua (setelah KRI Rigel-933) yang diadakan dari negara Perancis untuk memperkuat jajaran TNI AL. Untuk mendukung fungsi asasinya, kapal ini memiliki berbagai kemampuan dalam melaksanakan survei dan pemetaan dilengkapi peralatan Hidro-Oceanografi canggih yang dapat digunakan untuk mengumpulkan berbagai macam data kemaritiman dilaut dangkal maupun laut dalam.

“Kapal dengan kemampuan lengkap seperti inilah yang diperlukan untuk meningkatkan peran dinas Hidro-Oseanografi Angkatan Laut dalam bidang survei dan pemetaan kemaritiman yang bermanfaat bagi kepentingan pertahanan dan pembangunan negara,” jelas Laksamana TNI Ade Supandi.

Disamping itu keberadaan kapal jenis ini juga untuk membantu dalam pemetaan salah satunya pembangunan infrastruktur di pelabuhan-pelabuhan atau kawasan maritim lainnya. Terkait juga keamanan navigasi, banyak kegiatan dengan perubahan kontur laut akibat tsunami, akibat gempa bumi dan lain sebagainya. “Dengan meningkatnya peran tersebut diharapkan Dishidros akan semakin siap untuk ditransformasikan menjadi Pushidrosal”, tandas Kasal.

Kasal menjelaskan, Nama Spica berasal dari nama latin traditional dari “Alpha Virginis”, atau disebut “Epi” dalam bahasa Perancis merupakan bintang yang paling terang pada rasi bintang virgo. Bintang ini memiliki jarak sekitar 260 tahun cahaya dari bumi. Dan bintang ini juga dikenal sebagai raksasa biru dan merupakan variable dari type Beta Cephei.

Bintang Spica juga merupakan bintang yang paling panas dan berwarna biru. Hal ini mengandung makna bahwa dengan hadirnya KRI Spica 934 dijajaran TNI AL, akan semakin meningkatkan eksistensi peran TNI AL dalam menjalankan tugasnya serta mendukung kebijakan maritim pemerintah. “Kapal ini dibangun oleh galangan kapal Ocea Perancis yang sudah tentu bukanlah alutsista murah. Oleh karena itu para pengawak KRI Spica-934 harus mampu memelihara dan mempergunakan alutsista tersebut sebaik-baiknya,” katanya.

Penggunaan kapal ini sebelumnya telah diresmikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.AP di galangan kapal OCEA Shipyard Company, Les Sables d’Olone, Prancis, Sabtu (17/10/2015) Oktober lalu. Peresmian dilaksanakan melalui prosesicommissioning berupa upacara yang diawali dengan tradisi penamaan kapal (Shipnamming) yang dilakukan oleh Ny. Endah Ade Supandi, selaku ibu kandung kapal, dengan tata tradisi memecahkan kendi di lambung kapal tersebut sebagai pertanda kelahiran kapal.

Pada pelaksanaan upacara  commissioning dipimpin oleh Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.AP yang dihadiri oleh pejabat dari Kementerian Pertahanan RI, Mabes TNI AL, KBRI Perancis, personel galangan Ocean Perancis serta perwakilan masyarakat indonesia di Perancis.

Selanjutnya, kapal survei yang dikomandani Mayor Laut (P) Anom Hascaryo, S.T. ini akan melaksanakan penugasannya untuk melaksanakan survei dan pemetaan di berbagai wilayah perairan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Para awak KRI Spica  934 ini juga diberikan kesempatan untuk bersama keluarga untuk berlibur setelah melaksanakan operasi penyeberangan Perancis – Indonesia selama 48 hari sejauh 8196 Nautical Miles.

Turut hadir pada acara penyambutan kapal itu Panglima Koarmatim Laksda TNI Darwanto, S.E., M.AP., Panglima Koarmabar Laksda TNI A. Taufiqoerrochman, Komandan Korps Marinir Mayjen TNI Mar Buyung Lalana, S.E., Gubernur AAL Mayjen TNI Mar Guntur IC Lelono, S.E., Komandan Lantamal III Jakarta Brigjen TNI Mar RM Trusono, S.Mn. dan para pejabat utama TNI AL lainnya.

“Milikilah kebanggaan sebagai pengawak pertama kapal survei Hidro-Oseanografi ini, dan tetap memotivasi diri untuk menjadi prajurit yang lebih berkualitas dan profesional,” ujar Laksamana dengan bintang empat dipundaknya. (roy/rdp)