HI Steril, Masa Buruh Berpencar Ke Monas dan Gelora Senayan

Radarpolitik.com, Jakarta – Bundaran Hotel Indonesia yang selama ini menjadi “pusat” unjuk rasa, disterilkan polisi dari massa yang hendak beraksi memeringati Hari Buruh, Minggu (1/5). Warga Jakarta yang melaksanakan Car Free Day (CFD) di sekitar lokasi pun tetap beraktivitas seperti biasa.

Namun massa buruh dari Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Aliansi Jurnalis Independen, dan sejumlah elemen lain berusaha menerobos barisan aparat yang menjaga agar mereka tak masuk Bundaran HI. Mereka bersikeras menggelar peringatan Hari Buruh Sedunia atau May Day dari kawasan itu.

Tim negosiasi dari pihak buruh terus melakukan perundingan dengan kepolisian. Mereka memaksa agar aksi buruh bisa dilakukan dari Bundaran HI ke Istana Negara. “Kita masih menunggu tim negosiasi, kita akan masuk ke Bundaran HI, kawan-kawan,” kata seorang orator dari atas mobil kepada massa buruh yang berbaris di Jl Imam Bonjol, Jakarta. Demikian, seperti dikutip Halloapakabar.com.

Selama menunggu negosiasi itu, massa buruh duduk di jalanan secara tertib membentuk barisan. “Silakan duduk, kita simpan tenaga untuk aksi hari ini,” ujar orator itu lagi. Sembari itu, sang orator terus menyuarakan pendapat menggunakan pengeras suara.

Dalam orasinya, buruh menilai pemerintah Joko Widodo gagal menyejahterakan kaum buruh. Mereka menuding pemerintah pro kaum borjuis, bukan berpihak pada buruh. “Sistem kerja kontrak dan outsourching masih merajalela. Itu menghilangkan masa depan buruh. Kita tetap semangat melakukan perlawanan, rezim Jokowi gagal menyejahterakan buruh,” kata sang orator.

Sementara di hadapan massa buruh, barisan kepolisian bersiaga menutup jalur masuk ke Bundaran HI. Mobil barakuda juga sudah disiapkan menutup jalan menuju lokasi yang dituju buruh. Hari ini, Jakarta dibanjiri puluhan ribu buruh terkait May Day 2016.

Selain di Bundaran HI, buruh juga melakukan aksi di Istana Negara, Monas, serta kantor kementerian maupun organisasi buruh. Di Gelora Bung Karno, telah disiapkan panggung musik yang menjadi tujuan akhir para buruh. Massa buruh yang menggelar aksi Hari Buruh Sedunia atau May Day pagi ini, Minggu (1/5), langsung berkumpul di sekitar Istana Negara Jakarta. Polisi melarang massa buruh menggelar aksi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. 

Koordinator lapangan Federasi Serikat Pekerja Aneka Sektor Indonesia (FSPASI) Marleni mengatakan, ada perubahan rute aksi dari agenda semula. Awalnya massa aksi akan membuka peringatan May Day di Jakarta dari Bundaran HI menuju Istana Negara. Namun aksi jalan kaki atau longmarch dibatalkan.

“Kami dilarang aksi di HI, karena dari kepolisian meminta agar kami tidak menggelar aksi di Bundaran HI, ada Pergub car free day untuk masyarakat Jakarta,” ujar Marleni saat ditemui di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

Buruh yang tergabung di FSPASI akhirnya melanjutkan perjalanan dari Jalan Imam Bonjol menuju Monas sebagai titik kumpul. Sebelumnya mereka telah menunggu di lokasi yang tak jauh dari Bundaran HI, untuk bersiap menggelar aksi.

Sebanyak sebelas bus mengangkut massa FSPASI sekira 650 orang. Mereka datang dari daerah Bogor, Bekasi, dan Jakarta sejak pukul 07.30 WIB. Sementara kegiatan car free day tetap berjalan seperti minggu biasanya. Orang-orang lalu lalang, bersepeda, dan berolahraga seperti sediakala.

Setelah menggelar aksi di Istana, pada siang harinya, rencananya mereka melanjutkan perayaan May Day di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat. Di sana, mereka akan ikut mendeklarasikan organisasi embrio partai politik yang digagas oleh kaum buruh.

Dalam aksinya, mereka menuntut tiga hal utama. Pertama, penghapusan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Kedua, pemerintah diminta menghentikan kriminalisasi terhadap aktivis buruh yang melakukan protes atas kebijakan. Ketiga, pemerintah dituntut segera menghapuskan sistem kerja kontrak dan outsourcing. (drw/rdp)