Jelang Ramadhan Panggil Pengusaha, Ormas Dilarang Sweeping Tempat Hiburan

Radarpolitik.com, Jakarta – Polda Metro Jaya, menegaskan organisasi kemasyarakatan (ormas) tidak boleh melakukan aksi sweeping terhadap tempat hiburan malam, di Jakarta dan sekitarnya, pada saat bulan suci Ramadan. Jika ada tempat hiburan yang melanggar ketentuan operasional, laporkan kepada polisi untuk ditindak.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto mengatakan, jika ada informasi tempat hiburan melanggar ketentuan operasional yang diatur oleh Peraturan Daerah, laporkan ke polisi untuk ditindak.

“Tidak ada ormas yang berwenang sweeping. Itu perbuatan melanggar hukum. Kalau mereka begitu, kita tindak. Berikan informasi ke Polri, nanti Polri yang akan menindak. Manakala polri tidak menindak, mereka boleh marah kepada kita. Intinya, kita siap menampung informasi dan kita siap menindak,” ungkapnya di Mapolda Metro Jaya, seperti dikutip Halloapakabar.com, Senin (23/5).

Menurut Kapolda, pihaknya akan memanggil perwakilan ormas dan pengelola tempat hiburan untuk menyamakan persepsi pengamanan supaya masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan hikmat. “Kita upayakan menyamakan persepsi. Karena hanya Polri yang punya kewenangan untuk itu (penindakan),” katanya.

Polda Metro Jaya berencana memanggil pengelola tempat hiburan untuk menyamakan persepsi pengamanan dan jam buka pada saat bulan suci Ramadan. “Akan kita panggil rekan-rekan pengelola hiburan malam termasuk ormas. Kita jelaskan nantinya supaya tujuan dari bulan suci Ramadan berjalan dengan baik, masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk. Makanya kita harus samakan persepsi,” ujar Kapolda.

Dikatakannya, nanti Pemerintah DKI Jakarta akan mengeluarkan peraturan daerah (Perda) yang mengatur jam operasional hiburan malam. “Nanti ada Perda yang akan mengatur operasional hiburan malam, kita menunggu itu. Kita akan amankan itu. Saat ini (Perda) masih dibuat. Setelah itu, baru kita undang pengelola tempat hiburan dan ormas yang memang berkaitan dengan itu agar masyarakat bisa nyaman beribadah,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, sebelumnya polisi sudah melakukan operasi cipta kondisi jelang Ramadan, termasuk Operasi Pekat Jaya dan Patuh Jaya.

“Jauh-jauh sebelumnya, kita sudah lakukan operasi cipta kondisi. Sekarang juga Operasi Pekat Jaya, mereka (tempat hiburan) akan jadi sasaran dan satuan wilayah sudah melakukan tindakan tegas terhadap pelanggar hukum. Selain itu, kita juga sudah laksanakan Operasi Patuh Jaya supaya masyarakat tertib berlalulintas. Ini juga mempengaruhi berjalannya Ramadan,” jelasnya. (and/rdp)