Jurnalis Jakarta Deklarasikan Pilkada Damai, Menjelang Pemungutan Suara

Radarpolitik.com, Jakarta – Peran media sangat penting dalam mengawal pesta demokrasi di Indonesia. Sehingga ketika menyajikan pemberitaan, publik mendapat edukasi sesuai peran media di era demokrasi ini.

Sebagaimana diketahui, kini di DKI Jakarta dalam masa putaran kedua pemilihan gubernur. Besok, Rabu 19 April 2017, akan diselenggarakan pemungutan suara di 13 ribu lebih TPS di Ibu Kota.

Oleh karena itu, Himpunan Jurnalis Jakarta yang tergabung dalam beberapa organisasi pers seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jakarta Raya, dan Aliansi Wartawan Radio Indonesia menggelar acara deklarasi dukungan pilkada damai yang didahului diskusi.

Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut, yaitu Ketua Dewan Kehormatan PWI Jaya Kamsul Hasan, Pengelola Jaringan Media Digital Hallo Media Network (HMN) Budi Purnomo Karjodihardjo, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jakarta Fajar Kurniawan, dan Ketua Aliansi Wartawan Radio Tyas Anggoro.

Ketua Dewan Kehormatan PWI Jakarta Kamsul Hasan mengatakan, deklarasi ini sangat baik dan sudah sesuai fitrah wartawan yang independen dalam menyajikan karya jurnalistiknya.

“Wartawan itu harus independen dan harus membuat kedamaian. Wartawan tidak boleh melakukan kekeruhan,” katanya di Hotel Neo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/4/2017).

Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers diatur bahwa kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat yang harus didasarkan pada prinsip-prinsip demokrasi, keadilan, dan supermasi hukum. Hal ini termaktub di dalam pasal 2.

“Hari ini kita ingin membuktikan bahwa kemerdekaan pers itu tidak boleh disalahgunakan. Wartawan atau jurnalis adalah ujung tombak atau elemen utama dari kemerdekaan pers itu,” kata Kamsul.

Menurutnya, kemerdekaan pers tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan kelompok tertentu. Dia adalah bagian dari kedaulatan rakyat yang harus dilaksanakan wartawan dengan prinsip demokrasi, keadilan, dan menegakkan supermasi hukum.

Diskusi ini dihadiri oleh sejumlah jurnalis dan mahasiswa. Sesudah diskusi dilakukan deklarasi pilkada damai yang diwakilkan oleh Kepala Divisi News Radio Ramako Rahmat Hidaya dengan isi deklarasi sebagai berikut :

Pertama, Kami menjunjung tinggi netralitas media dalam pemberitaan terkait Pilkada DKI Jakarta.

Kedua, Kami berkomitmen menolak isu yang menyangkut SARA untuk dijadikan komoditas politik karena berpotensi memecah kerukunan dan kesatuan.

Ketiga, Kami menolak hoax dan fitnah dalam setiap pemberitaan.

Keempat, Kami mendorong terciptanya peace journalism sesuai khitah wartawan sebagai perekat dan pemersatu bangsa. (tim)