Koalisi Dua Kekuatan Terbelah, Tensi Politik Jelang Pilkada di Cilacap Memanas

Radarpolitik, Cilacap – Sejumlah pakar memprediksi, pertarungan sengit akan terjadi dalam Pilkada Cilacap 2017 mendatang. Dengan terbelahnya kekuatan politik menjadi dua kekuatan antara NU di wakili PKB dan Muhamadiyah di wakili PAN. Meski demikian kekuatan pertama tetap akan dimotori PDI Perjuangan.

Peneliti Senior Indonesia Public Institute Karyono Wibowo dengan membawa gerbong parpol-parpol organik Koalisi Indonesia Hebat, yakni Partai Hanura, Nasdem dan PKB. Kemudian, kekuatan kedua bakal dimotori Partai Gerindra. Diperkirakan, yang tergabung dalam partai melawan Ahok yakni, PKS, Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan dan PAN, serta Golkar.

“Terkait dijagokannya Taufik Hidayatulloh dalam perburuan rekomendasi dari PDI Perjuangan juga menambah daftar panjang persaingan di internal partai. Memanasnya dukungan terhadap Taufik karena seluruh kader maupun PAC PDIP yang terus mendorong DPP untuk meberikan rekomendasi menjadi tantangan terberat petahana Tatto S Pamuji,” kata Karyono kepada Fokuscilacap.com, Sabtu (9/4)

Apalagi paska pengambilan formulir pendaftaran yang dilakukan Bupati Tatto di DPW PKB Jawa Tengah. Telah menimbulkan reaksi keras dari kader poncong putih. Pasalnya, Tatto yang sebelumnya juga sudah mendaftar melalui PDI Perjuangan, lebih memilih PKB ketimbang PDI Perjuangan. Pertimbangan Tatto, karena persaingan di PKB relatif tidak terlalu ketat.

Sebelumnya, Sekretaris DPC PKB Cilacap, Kasbani mengatakan, terkait partai koalisi, PKB sudah deal dengan PAN dan Demokrat. Akan tetapi, koalisi ini bisa bertambah partai lain seiring berjalannya waktu. Namun demikian, komunikasi dengan partai di luar PAN dan Demokrat tidak terlalu intens.

“Bisa saja bertambah, karena PDI Perjuangan juga bisa masuk. Tapi memang sampai saat ini belum ada kesepakatan dengan partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Sehingga jika tidak terjadi kesepakatan, PKB akan tetap mengusung calon bersama PAN dan Demokrat,” kata dia.

Menurutnya, di tataran pemerintahan pusat, PDIP dan PKB sangat harmonis. Sehingga jika nanti terjadi titik temu, maka PKB di Cilacap juga bisa bergabung dengan PDIP. Apalagi, satu kandidat terkuat untuk posisi R1 yakni petahana (Tatto Suwarto Pamuji-red), mendaftar melalui PKB dan PDIP.

Kasbani juga mengakui jika konstelasi politik semakin memanas karena masing-masing partai tidak ada yang bisa mengusung calonnya sendirian. Sehingga tarik menarik kepentingan menjadi hal yang cukup alot dalam menentukan arah koalisi. “Ini memang semakin memanas saja. Selain tidak ada partai yang bisa mengusung sendiri, ada kandidat yang mendaftar tidak hanya di satu partai saja,” jelasnya. (jen/rdp)