Mendukung Ahok Jadi Gubernur Lagi, Begini Testimoni Warga Senior Jakarta

Radarpolitik.com, Jakarta – Sejumlah warga senior Jakarta yang tergabung dalam organisasi komunitas SENJA menyatakan dukungannya terhadap Cagub/Cawagub Ahok-Djarot.

Pada umumnya mereka memberikan argumentasi bahwa di bawah kepemimpinan Ahok-Djarot, Jakarta akan lebih baik.

Demikian kesimpulan dari testimoni yang disampaikan dalam forum pertemuan yang diselemggarakan di Oakwood, Minggu (12/3/2017).

Berikut ini adalah sebagian dari testimoni mereka, sebagai berikut :

Fanina Prawiro (warga Jakarta)

Ini sesi penalaran membuat orang berpikir karena sekarang orang boleh saja pilih nomor 3, yang penting dengan alasan yang baik, bukan karena diteror neraka.

Apa yang kita bicarakan pada hari ini bisa dibawa ke pelosok jakarta dan daerah lain supaya mereka tidak lagi mudah dihasut.

Irwan M. Habsyah (praktisi Perbankan)

Saya orang Aceh. Saya tadinya pemilih nomor 3, tapi begitu saya melihat anies bergandengan tangan dengan FPI, saya jadi khawatir Jakarta seperti Aceh.

Saya tidak ingin Jakarta seperti Aceh, karena itu saya ingin memilih nomor 2. Karena saya tidak ingin Jakarta seperti Aceh.

Ira (Aktivis)

Allah itu membekali kita dengan nurani, jadi jangan gampang terhasut. Kita harus ingat bahwa kita ini hidup di negara bineka tunggal ika. Tidak ada lagi yang asli di Indonesia. Dia sendiri merasa keturunan tionghoa

Lili, (pengusaha Fitness, warga Kelapa Gading).

Tiap tahun membantu evakuasi banjir. Setelah Ahok jadi gubernur. Banjir sudah tidak ada. Kalau pun masih ada, airnya cepat surut. Selain itu, banjir juga jadi ajang preman beraksi.

Soraya Isa (Pengurus PPKJ, dan pengurus ILUNI).

Di mana pun kita, kita harus melakukan sesuatu apa pun. Kita harus menyadarkan masyarakat jakarta. Karena kalau Ahok tidak terpilih, kita akan menderita.

Hayono Isman (mantan Menpora)

Ahok adalah orban rekayasa politik yang sangat kejam dengan judul “penistaan agama” . Oknum MUI mengeluarkan fatwa, tanpa melakukan tabayyun (klarifikasi).

Ahok tegas atau agak keras pada oknum yang menyimpang, bukan pada rakyat.

Poppy Isman (aktifis Yayasan Asa Bangsa)

Saya selalu mengusulkan kepada gubernur sebelumnya supaya distotik tempatn peredaran narkoba ditutup, tapi tidak pernah direspon. Baru di era Ahok, diskitik itu ditutup. Jadi saya senang sama Ahok.

Hadijoyo (Guru besar dan pendidik)

Kalau Ahok tidak kepilih lagi, dokhawatirkan pembangunan tidak berlanjut. Selain itu, Ahok ini anti korupsi dan mampu menggunakan anggran secara efisien.

Anti korupsi saja tidak cukup, pemimpin juga harus efisien. Ahok ini efisien, sedangkan Anies tidak efisien. Dia mengelola APBN 20% (400 triliun). (tim)