Menlu RI dan AS Bahas Masjid Al Aqsa, Ini yang Dibicarakan

Radarpolitik.com, Jakarta – Indonesia meminta agar Amerika Serikat mendesak Israel menghentikan pembatasan beribadah dan tindakan kekerasan di Masjid Al-Aqsa, demikian pernyataan Menlu RI dalam pembicaraan per telepon dengan Menlu AS, Rex Tillerson, Sabtu 22 Juli 2017 pukul 22.30 WIB.

Indonesia sangat khawatir dengan semakin memburuknya situasi di kompleks Masjid Al-Aqsa. Tindak kekerasan oleh pihak keamanan Israel dalam beberapa waktu terakhir tidak saja telah mengakibatkan 3 korban meninggal dan lebih dari seratus korban luka-luka, namun telah meningkatkan ketegangan dan sangat membatasi kegiatan beribadah di Masjid Al-Aqsa.

Indonesia yang mengutuk meninggalnya 3 orang pemuda Palestina, menegaskan pentingnya agar segera diambil langkah agar eskalasi kekerasan dan ketegangan dapat dihentikan. “Penurunan eskalasi penting sekali dilakukan untuk mencegah situasi semakin memburuk”, lanjut Menlu Retno.

Dalam pembicaraan telepon, Menlu AS menyampaikan kepada Menlu RI kekhawatiran yang sama terhadap situasi di Kompleks Masjid Al-Aqsa. Menlu AS menyampaikan telah lakukan pembicaraan dengan Yordania , Palestina dan Israel.

Menlu AS sepakat dengan Indonesia mengenai pentingnya mencegah meningkatnya eskalasi di Kompleks Masjid Al-Aqsa. Menlu AS juga menegaskan agar status quo terkait status kompleks Masjid Al-Aqsa juga penting untuk tetap dipelihara.

Selain dengan Menlu AS, Menlu RI telah juga telah lakukan komunikasi intensif dengan Menlu Yordania, Palestina, Turki, Sekjen OKI agar situasi di Kompleks Al Aqsa tidak memburuk dan kegiatan beribadah dapat segera dipulihkan.

Intensitas diplomasi Indonesia juga ditingkatkan di beberapa perwakilan, antara lain di Baku, Amman, Washington DC dan New York guna mengirim pesan yang kuat dan menyampaikan posisi Indonesia mengenai situasi di Kompleks Masjid Al-Aqsa. (nwi)