Pengadilan Tipikor Segera Sidangkan Pelaku Korupsi Proyek Jalan

Radarpolitik.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melengkapi berkas perkara anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Andi Taufan Tiro. Dalam waktu dekat, berkas tersebut akan dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pelimpahan berkas perkara salah satu tersangka dalam kasus dugaan suap proyek jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut karena sebelumnya telah dinyatakan lengkap dan akan segera disidang.

““Benar, informasi yang kami terima, hari ini (kemarin) dilakukan pelimpahan tahap 2 terhadap tersangka ATT (Andi Taufan Tiro). Karena sebelumnya pada Jumat (30/12/2016) kasus tersebut P-21 (lengkap),” ungkapnya kepada Wartawan di Jakarta.

Seusai menjalani pemeriksaan di KPK, Andi pun mengamini bahwa berkas perkaranya telah lengkap atau P-21. “(Berkas perkara) sudah P-21,” kata Andi di Gedung KPK, Jakarta.

Penyidik KPK memang terus menelusuri kasus ini. Sejauh ini sudah ada delapan tersangka yang ditetapkan KPK. Yang terbaru adalah So Kok Seng alias Aseng selaku komisaris PT Cahaya Mas Perkasa (CMP) yang diduga memberi suap kepada penyelenggara negara. Aseng telah ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu (7/12/2016).

Selain itu, KPK telah menetapkan tujuh tersangka lain dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan jalan di Kementerian PUPR tersebut. Mereka adalah Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir serta mantan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara Kementerian PUPR Amran H Mustary.

Kemudian anggota Komisi V DPR Budi Supriyanto, Andi Taufan Tiro, Damayanti Wisnu Putranti, serta dua anak buahnya, Julia Prasetyarini dan Dessy Ariyati Edwin.
Damayanti sudah divonis 4,5 tahun penjara, sedangkan dua rekan Damayanti yaitu Julia Prasetyarini dan Dessy A Edwin telah divonis 4 tahun penjara karena turut berperan dalam kasus suap itu. Penyuap dalam kasus ini adalah Abdul Khoir yang merupakan direktur PT WTU, juga sudah divonis 4 tahun bui. (yan/rdp)