Program Kewirausahaan Anies-Sandi Memanen Elektabilitas dari Kalangan Pemilih Muda

Radarpolitik.com, Jakarta – Indonesia kembali menyelenggarakan pemilu serentak yang akan diselenggarakan pada tanggal 15 Februari 2017. Dari sekian banyak daerah yang menyelenggarakan Pilkada, yang cukup menarik banyak perhatian masyarakat adalah Pilkada DKI Jakarta.

“Lembaga kami pun ikut melakukan survei independen untuk mengetahui seberapa besar elektabilitas calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta menjelang Pilkada ini,” kata Direktur Campaignesia Ahmad Aniefy Jr di Jakarta, Sabtu (11/2/2017).

Aniefy menjelaskan, survei dilakukan pada 28 Januari – 7 Februari 2017 dengan responden sejumlah 525, dengan teknik multistage random sampling. Margin of error 4% dan tingkat kepercayaan 95%. Wawancara dilakukan dengan metode tatap muka dan diperkuat dengan data kuisioner.

Berdasarkan hasil survei, angka elektabilitas Anies-Sandi tertinggi dibandingkan paslon lainnya. Hal ini membuktikan bahwa kampanye Anies-Sandi lebih efektif dan program kerjanya lebih bisa diterima oleh masyarakat Jakarta.

“Elektabilitas Ahok-Djarot lebih rendah dibandingkan dengan Anies-Sandi karena adanya kasus hukum yang menjerat Ahok. Sedangkan elektabilitas Agus-Sylvi diposisi terendah karena mungkin program kerjanya kurang bisa dipahami dan sulit diterima oleh masyarakat,” kata Aniefy.

Ada hal menarik dari jawaban rsponden ketika ditanya soal elektabilitas jika pemilihan dilakukan hari ini. Berdasarkan data survei maka elektabilitas Agus-Sylvi 19,24%, Ahok-Djarot 32,19%, Anies-Sandi 35,81%, dan yang belum menentukan pilihan 12,76%.

Sedangkan berdasarkan usia, perbandingan pemilih muda (usia 17-3O tahun) yang memilih 3 paslon tersebut yaitu sebesar Agus-Sylvi 19,81%, Ahok-Djarot 25,39%, Anies-Sandi 34,41% dan yang belum menentukan pilihan 20,39%.

Aniefi membeberkan, jika melihat segmen pemilih muda (usia 17-30 tahun), Anies-Sandi tetap memimpin, bahkan cukup jauh dibandingkan Ahok-Djarot dan Agus-Sylvi.

“Hal ini menunjukkan bahwa kaum muda Jakarta lebih tertarik dengan program-program unggulan yang ditawarkan Anies-Sandi, terlebih program kewirausahaan OK OCE yang saat ini
menjadi isu menarik bagi pemuda Jakarta,” tambahnya.

Menurut Aniefy, banyak pemilih usia muda yang belum menetapkan pilihan karena arakter pemilih muda cenderung lebih kritis dan rasional yang akan menentukan pilihan pada hari H pemungutan suara.

“Beberapa faktor yang dapat menjadi penentu pilihan politik pemilih muda dapat di lihat dari lingkungannya, baik keluarga, peer group, maupun dari interaksinya di media sosial,” katanya.

Faktor-faktor itulah yang diprediksi menjadi kunci pemilih muda menentukan pilihannya (tidak apatis), dan menjadi penentu kemenangan paslon di Pilgub DKI Jakarta 2017.

Apalagi, pemilih muda di Pilkada DKI Jakarta berjumlah 1.940.504, atau sekitar 30% dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebesar 7,1 juta. Jumlah itu membuat mereka sangat mempengaruhi hasil perolehan suara tiga calon gubernur. (ban)