Sederet Jendral Bintang Tiga Berpotensi Jadi Kapolri

Radarpolitik.com, Jakarta – Sederet nama jenderal bintang tiga Polri muncul jelang masa pensiun Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Nama Komjen Budi Gunawan, Komjen Dwi Prayitno, Komjen Putut Bayu Seno, Komjen Anang Iskandar, Komjen Budi Waseso, Komjen Djoko Mukti Haryono, Komjen Suhardi Alius, Komjen Syafruddin, dan Komjen Tito Karnavian disebut berpotensi menduduki kursi orang nomor satu di Polri.

Sayangnya, Komisioner Kompolnas Edi Hasibuan masih irit bicara soal siapa yang dinilai berpotensi kuat menggantikan jenderal bintang empat yang akan pensiun pada Juli mendatang. Menurutnya, semua berpeluang. “Tidak ada yang paling kuat, semua kuat dan bagus,” kata Edi, Jumat (15/4), seperti dikutip Halloapakabar.com.

Sementara itu, hingga saat ini, Kompolnas belum bergerak mencari pengganti Badrodin. Mereka menunggu arahan langsung Presiden Joko Widodo. “Semua tergantung Presiden. Kami sendiri belum mau melakukan proses sebelum Presiden memberikan sinyal,” ujar Edi.

Namun, ia berharap Jokowi memberi kesempatan Badrodin memimpin hingga akhir masa pengabdiannya. “Kami berharap Kapolri diganti sampai habis masa jabatannya bulan Juli. Apalagi kita lihat Kapolri juga cukup bagus,” jelasnya.

Edi mengungkapkan, selain jenderal bintang tiga, seseorang yang bisa menjadi Kapolri berdasarkan Pasal 11 UU nomor 2 tahun 2002 tentang Polri menyebutkan calon Kapolri ialah perwira tinggi polri yang aktif dengan memerhatikan jenjang karir dan kepangkatan.

Proses pencarian Kapolri baru pun belum dilakukan. Sebelumnya, Komisioner Kompolnas M Nasser menyebut kalaupun membahas, pihaknya hanya akan kebagian di tahapan awal. Komisioner Kompolnas yang baru lah yang akan menyerahkan nama-nama yang terjaring kepada Presiden Jokowi.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Tito Karnavian resmi mendapatkan kenaikan pangkat dari Polri. Semula Tito menyandang pangkat Irjen, setelah menanggalkan jabatan sebagai Kapolda Metro Jaya dan dipromosikan menjadi Kepala BNPT, Tito kini naik pangkat ke Komjen.

Kenaikan pangkat Tito tertuang dalam surat telegram resmi Polri bernomor STR/238/IV/2016 tertanggal 8 April 2016. Selain dia, ada sekitar 19 orang pejabat tinggi Polri lainnya yang mendapatkan kenaikan pangkat, termasuk Deputi Pemberantasan Badan Nasional Narkotika, Irjen Pol Arman Depari.

Upacara kenaikan pangkat Tito dan beberpa pati itu dipimpin langsung Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di Ruang Rapat Utama (Rupatama), Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/4) lalu.

Berikut nama-nama pejabat tinggi Polri yang mendapatkan kenaikan pangkat:

1. Komjen Pol Tito Kanavian sebagai Kepala BNPT

2. Irjen Daud Sihombing sebagai Widyaiswara Utama Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri

3. Irjen Herbert Parulian Sitohang, Sahlijemem Kapolri

4. Irjen Gatot Subiaktoro, Widyaiswara Utama Sespim Polri

5. Irjen Dolly Bambang Hermawan, Widyaiswara Utama Sespim Polri

6. Irjen Arman Depari, Deputi Pemberantasan Badan Nasional Narkotika

7. Irjen Carlo Brix Tewu, Staf Ahli Bidang Ideologi dan Konstitusi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Hak Asasi Manusia

8. Brigjen Djoko Turohman, Karospu SSDM Polri

9. Brigjen Edy Hartono, Kepala Densus 88 Polri

10. Brigjen Budi Susilo, Kepala Biro Umum Sekretariat Utama BNN

11. Brigjen Edison Hatorangan Pandjaitan, Kepala BNN Provinsi Kalimantan Timur

12. Brigjen Fakhtur Rahman, Direktur Pemberdayaan Alternatif Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN

13. Brigjen Isak Robinson Sampe, Direktur Pengawasan Tahanan dan Barang Bukti Deputi Bidang Pemberantasan BNN

14. Brigjen Anggelo Sumampouw, Direktur Materi Pendidikan Debiddikpimtknas Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas)

15. Brigjen Fachrudin, Direktur Pembinaan Kemampuan pada Bidang Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT

16. Brigjen Mulyana, Karowasidik Badan Reserse Kriminal Polri

17. Brigjen Martuani Sormin, Widyaiswara Madya Sespim Polri

18. Brigjen Rachmat Mulyana, Karodalpers SSDM Polri

19. Brigjen Andap Budhi Revianto, Karopal Ssarpras Polri

20. Brigjen Rokhmad Sunanto, Direktur Tindak Pidana Pencucian Uang Deputi Bidang Pemberantasan BNN.

(roy/rdp)