Tinggalkan Puspen, Ini Cerita Dodi Riyadmadji

Radarpolitik.com, Jakarta – Harus siap menerima telepon di tengah malam dan harus cepat memberikan kalrifikasi kepada teman-teman media terkait dengan pemberitaan tentunya menjadi santapannya setiap hari.

Itulah cerita singkat Dodi Riyadmadji saat serah terima jabatan dari Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) menjadi Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Tiga tahun menjabat sebagai Kapuspen, Dodi mengaku banyak mendapat pelajaran dan tentunya pengalaman yang mungkin sulit untuk dilupakan. Pengalaman yang masih melekat dari ingatannya adalah ketika dirinya baru dilantik tahun 2014 langsung begerak cepat untuk menyelesaikan sengketa informasi antara Dirjen Otda yang dituntut perdata sebesar Rp 22 Miliar.

“Saya berjuang cepat dan keras untuk menyelesaikan kasus ini agar tidak sampai masuk ke tuntutan perdata. Alhamdulillah dalam waktu satu minggu masalah ini selesai,” kata Dodi.

Pengalaman ini disampaikannya dalam acara pisah sambut Kapsupen Kemendagri dari Dodi Riyadmadji ke Arief M Edie di Kemendagri, Senin (14/8/2017).

Belum lagi Dodi mengatakan dirinya harus bergarak cepat untuk memberikan klarifikasi terkait dengan pernyataan Pak Menteri yang memberikan jawaban dengan dimensi yang berbeda dengan apa yang dia pahami.

“Ini agak stres tapi ini yang membuat saya terus termotivasi untuk terus bekerja demi Kemendagri,” tegasnya.

Dibantu oleh sosok yang supel dengan wartawan yakni Kepala Bidang Humas Aco Maddaremmeng, Dodi mengaku dirinya bisa lebih dekat dengan para wartawan.

Diakhir masa jabatannya, Dodi mengaku masih menyisakan hutang pekerjaan yaitu belum terselenggarkannya acara bedah buku. “Saya berharap acara bedah buku ini bisa dilaksanakan oleh Pak Arief,” pintanya.

Dodi pun meminta maaf kepada rekan-rekan kerja dan para wartawan jika selama tugasnya ada perkataan yang tidak berkenan. Dia pun berharap pertemanannya tidak putus meski dirinya sudah tidak di Puspen.

“Akan banyak yang saya lakukan nanti di Litbang agar media bisa tertarik untuk mengekspos apa yang kami lakukan,” tutupnya. (nwi)