Waw… 428 Koruptor Dapat Remisi

Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly

Radarpolitik.com, Jakarta – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memberikan remisi terhadap 428 narapidana kasus tindak pidana korupsi bertepatan dengan perayaan HUT ke-71 RI.

Seperti dikutip Halloapakabar.com, pemberian remisi khusus kepada terpidana kasus korupsi ini dinilai tidak memberikan efek jera. Bahkan, remisi yang sudah berulang kali diberikan kepada napi korupsi bertentangan dengan semangat pemberantasan korupsi.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhamad Syarif mengatakan, KPK melihat pemberian remisi yang berkali-kali kepada terpidana korupsi bertentangan dengan semangat pemberantasan korupsi.

KPK, ujar Syarif, tidak sepakat dengan pernyataan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly bahwa remisi diberikan pada peringatan 17 Agustus ini karena sudah banyak napi tersebar di lembaga pemasyarakatan (lapas) atau rumah tahanan negara (rutan) di Indonesia alias overload.

”Itu alasan yang mengadaada. Karena narapidana koruptor hanya sekitar 1% atau bahkan kurang dari 1% napi di Indonesia. Yang memenuhi penjara-penjara Indonesia adalah pelaku tindak pidana umum,” tandas Syarif kepada wartawan, Kamis (18/8/2016).

Syarif juga mengaku curiga atas pemberian remisi yang berkali-kali terhadap narapidana korupsi. Contohnya Nazaruddin yang sudah berkali- kali memperoleh remisi. ”Terus terang, pemberian remisi berkali-kali pada Nazaruddin membuat KPK curiga pada mekanisme pemberian remisi di Kementerian Hukum dan HAM,” tandasnya.

Dari catatan Radarpolitok.com , Nazaruddin pernah mendapatkan remisi beberapa kali. Di antaranya pada HUT RI tahun lalu, mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat ini mendapat remisi 1 bulan 15 hari. Kemudian pada Desember 2015, Nazaruddin kembali mendapat remisi 2 bulan. Kini pada HUT ke-71 RI, Nazaruddin mendapat remisi 5 bulan.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Kantor Wilayah Jawa Barat Agus Toyib membenarkan M Nazaruddin mendapat remisi selama 5 bulan. Selain itu, ada terpidana kasus dugaan korupsi pajak dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Gayus Halomoan Tambunan dan terpidana terorisme Abu Bakar Baasyir yang juga mendapat remisi. ”Gayus dapat remisi 6 bulan, Nazaruddin 5 bulan, dan Baasyir 3 bulan,” ungkap Agus.

Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly menyatakan, pemerintah memberikan remisi kepada 82.015 narapidana di seluruh Indonesia sehubungan dengan HUT ke-71 RI. Dari data itu, 78.467 napi mendapat remisi umum I dan 3.528 mendapat remisi umum II atau langsung bebas.

Politikus PDIP ini mengatakan, dari unsur napi korupsi yang menerima remisi yakni terpidana kasus suap pengurusan anggaran proyek pembangunan Wisma Atlet, SEA Games, Palembang sekaligus pemilik Permai Group M Nazaruddin alias Nazar. Namun, Yasonna tidak menyebutkan berapa lama remisi untuk Nazaruddin.

Yasonna juga mengingatkan, remisi terhadap para napi termasuk napi kasus korupsi, terorisme, dan narkotika tidak asal diberikan. ”Nazaruddin dapat remisi karena dia sudah memenuhi (syarat) PP 99. Oleh KPK kan dia (Nazar) dikasih JC (justice collabolator). Istrinya (Neneng Sri Wahyuni) juga dikasih JC,” pungkasnya. (roy/rdp)